Adakah kriteria teman yang baik dalam kitab Ta'limul Muta'allim itu? Kriteria teman sesuai yang disebutkan dengan bagian global, adalah teman yang baik. Sifat baik tersebut tentu relatif, mengingat baik bagi teman A belum tentu baik pula bagi teman B. Sehingga, perlu diperjelas secara spesifik perihal teman baik ini. Sayangnya, penjelasan secara spesifik ini belum ada di kitab Ta'limul Muta'allim. Anda harus mencarinya di kitab Ta'limul Muta'allim yang menjelaskan detail (Kitab Syarah).
Ada sebuah syair mengatakan;
عَنِ الْمَرْءِ لَاتَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِينِهِ ﴿﴾ فَإِنَّ الْقَرِينَ بِالْمُقَارِنِ يَقْتَدِی
“Janganlah kamu tanyakan mengenai jati diri seseorang, tetapi lihatlah siapa temannya. Karena seseorang akan mengikuti perilaku temannya.”
Syair tersebut membuktikan bahwa pengaruh sahabat sangatlah besar. Sehingga kita harus selektif dalam mencari seorang sahabat. Bukan berarti kita pilih-pilih, dalam artian jika orang tersebut tidak sekelas dengan ekonomi kita, maka kita enggan untuk menjadikannya sahabat.
Lalu, bagaimanakah kriteria sahabat atau teman yang harus kita pilih? Di dalam kitab Ta'limul Muta'allim dijelaskan, ada beberapa kriteria dalam memilih sahabat, antara lain: tekun, warak (berhati-hati), bertabiat lurus serta tanggap.
Dan hindarilah teman yang malas, pengangguran, pembual, suka membuat onar dan suka menfitnah. Sebuah syair pernah didendangkan, yang artinya:
“Bila temanmu orang jahat, maka hindarilah segera. Bila temanmu adalah orang yang baik, maka bersahabatlah dengannya, niscaya kamu akan mendapat petunjuk.”
“Janganlah kamu bersahabat dengan pemalas dalam segala perilakunya. Karena banyak orang yang rusak sebab mengikuti atau tertular perilaku buruk orang lain.”
“Begitu cepat pengaruh orang bodoh menjalar kepada orang yang pandai. Bagaikan api yang diletakkan pada abu, maka padamlah ia.”
Itulah sebabnya kita harus mecari sahabat yang bisa mengajak kita kepada kebaikan, jalan yang benar, dan lebih bertakwa kepada Allah.
Wallahu a'lamu bisshowaab...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar