Bungkus rokok aku buka dan ku lihat isinya, “sial, tinggal sebatang,”gumamku dalam hati. Berpikir untuk membeli lagi di warung sebelah rumah, “ah, nanti saja.”
Aku buka hp dan seperti biasa, cek beranda facebook. Karena melihat inbox tak ada pemberitahuan, hanya membalas komentar dari teman di statusku tadi malam. Lalu update status sebagai penyemangatku hari ini.
Kalimat sambutan untuk mengawali update status hari ini: Yang penting dicatat, “anda adalah apa yang anda pikirkan, bukan apa yang orang lain pikirkan..” jadi tidak perlu memaksa diri menyesuaikan keinginan orang banyak.
Begitulah isi status pertamaku pagi ini. Benar saja, status tersebut memberiku semangat untuk menulis di blog ini. Tak perduli para netizen banyak yang suka atau tidak, namun inilah caraku menulis. Terserah aku, semau pikiranku, dan masa bodo sama ente.
Mencari ide itu tidak gampang, dan tidak ada yang menjual sebuah ide di toko online, apotek, apalagi toko material. Ide muncul dari dalam pikiran, dimulai dari sebuah kalimat yang tidak sengaja terpikirkan lalu dikembangkan ketika menulis maupun saat berbicara.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide atau gagasan adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran. Artinya sama dengan cita-cita.
Gagasan dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya: gagasan tentang minuman kopi, muncul dalam bentuk seduhan bubuk kopi yang utuh di pikiran. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran.
Itu definisi ide menurutku, terserah apa definisi anda mengenai ide.
Apa yang ingin anda tulis, maka tulislah. Tidak perlu berpikir apakah orang lain suka atau tidak, sejalan dengan pemikiran orang atau tidak, yang terpenting sesuai Standar SEO, bukan?. Yang penting ada tanggung jawab moral dengan apa yang anda sampaikan, dan tidak bersikap cuci tangan ketika ide anda bermasalah. Kembali lagi kepada pesan dalam statusku,“Jadilah diri anda sendiri.”
Tidak perlu memaksakan untuk mengikuti trending topics. Sebagai penulis, janganlah terpaku hanya pada satu masalah. Seketika semangat untuk menulis saat ada pembahasan hangat mengenai topik tertentu, setelah tidak lagi hangat, vacum karena kehabisan ide.
Mengangkat tema yang telah lama dibahas, lalu diubah sedemikian rupa, hanya saja alur ceritanya tetap sama. Seperti sinetron di tayangan tv yang saban hari ditonton setiap sore hingga malam hari. Jika anda jeli, pasti malas untuk menontonnya. Jalan cerita tetap, tema selalu sama, hanya berbeda latar dan tokoh dalam ceritanya saja.
Jadi, berpikirlah bebas, merdekakan isi pikiranmu. Jika memang butuh referensi, ambillah. Referensi hanyalah sekedar referensi, pokok permasalahan anda yang kembangkan, jalan cerita anda yang tentukan. Pembaca hanya ingin tahu apa yang anda sampaikan, bukan memaksakan ide mereka untuk anda bahas.
Nge-blog dengan hp memang agak merepotkan, untuk menata teks saja butuh kode-kode rumit yang harus dihafalkan. Namun tetap harus bersyukur, untung masih punya hp, kuota kebetulan berlimpah, blog gratis pula.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”Surah Ar-Rahman.
Cukuplah secangkir kopi dan sebatang rokok pagi ini dengan banyak menyimak, tidak perlu harus selalu komentar dan meminta kunbal, tulisan anda bagus ya aku kunjungi. Karena banyak menyimak akan jauh lebih kaya daripada banyak bicara.
“Sesungguhnya periwayat ilmu banyak, tetapi yang memahaminya sedikit..” Imam Ali as.
Aaahhhh.....nikmat....!!!
setuju gan. . . . Tapi terkadang kalo posting kita gk ada yang komentar terasa gk ada semangat buat nulis artikel lagi. . . Karena biar komentar orang gk ada yang nyambung tapi setidaknya artikel kita pernah di lihat dan baca meski tidak sepenuhnya. . .
BalasHapus@BoengZuu yng ManDIERY,
BalasHapusNah komentar yg ndak nyambung itu lah yg bikin citra buruk. Udah capek2 nulis komentarnya kok cuma: nice post, kunbal gan, follback dong, dll dll dll. Bagiku lebih baik tidak komentar daripada melenceng dari topiknya. Toh biarpun gak diminta, insyaalloh aku kunbal kok. Kalo aku tertarik ya plus aku komentarin.
kalau saya mah apa adanya gan mau di komen apa kagak mah gak masalah .soalnya saya ngeblog juga cuma buat iseng iseng aja hehe
BalasHapusinti tulisannya soal kebebasan menuangkan ide dlm ngeblog, bukan soal kunbal.hihihii
BalasHapusada dlm tulisan bukan berarti harus dibahas :v :v :v
@metabon,
BalasHapuskomentar/nggak sih tak ada masalah, bro. tp yg dibutuhin setiap bloger pd umumnya adl kritik dan saran demi kemajuan blog agar lbh baik, kalo sekedar tinggal jejak mah apaan. Hihihihi.... :D
Pisss buat yg kesinggung, tp itikadku ngomong gini demi kemajuan bersama kok. :D
@Takhul,
BalasHapusGak papa bos, aku masih maklumi kok. Hihihi...non user ya anda? Suwun, dah sudi mampir sbg non user. Sempet2nya koment :D
yaa"! intinya dalam menulis atau hobi menulis diblog atau website... semua harus dari jiwa & diri kita yang paling dalam. ikhlas berbagi tanpa ada rasa beban, & tidak merana meski karya kita tidak ada pengunjung dikolom komentar... jadi kalau kita sudah ikhlas memberi & hobi menulis disebuah blog atau website.. insyaallah semua terasa tanpa beban, Keramaian bukan suatu kebahagian... kesepian & hening terkadang bisa menjadikan jalan & inspirasi.. :D
BalasHapus@Satria Tujuh Salju,
BalasHapushehehe setuju sama anda, :D
Blog kamu keren gan, barusan aku cek sekilas :D harus belajar dr yg udah lama ngeblog "di mwb" nih...boleh jg
Setuju bro, ane klo bete biasanya suka nulis. Mungkin udah hobi kali..
BalasHapusNanti malam ke blog saya yuk. Ada forum diskusi utk sahabat blogger.
@Rizky Alvian,
BalasHapusoke, ditunggu aja ya bro. Thanks infonya. Masih butuh ilmu jg soalnya hehe