
Selain Rukun Iman dan Rukun Islam, ada juga Rukun Tetangga. Yakni saling bermuamalah dengan tetangga, saling mendoakan dan meminta doa bila ada sanak keluarga yang meninggal.
Hanya ini dakwah dan amaliah yang dihadiri semua warga RT entah beragama apapun, dan berdoa dengan caranya masing-masing: Yang ngundang senang, yang diundang senang, Mbah Kaum senang, insya Allah arwah juga senang.
Uniknya saya tetap Tahlilan gela-gelo, meski di samping kanan saya Pak Titus yang Katholik-Roma dan sebelah kiri Mbah Tupan yang Kristen-Pantekosta, dan di sebelah sana Pak Wayan yang Hindu-Waisnawa. Gak tahu, Pak Mahfud yang NU-Akademis gak kelihatan kalau acara begini. Justru beberapa Muhammadiyah-Moderat kalem saja dan tampak diam. Alhamdulillah semua pulang bawa Berkat. Besok lagi saya jadi tukang parkir saja gak papa.
”Jangan dibawa perasaan, ini cuma ilustrasi fiksi, heuheu....”
Ulasan sederhana tentang Bhineka Tunggal Ika :D NKRI harga mati !! :D
BalasHapusislam jg mengajarkan hubungan saudara seiman, saudara sebangsa dsn saudara sesama manusia
BalasHapusbgku agamaku, bgmu agamamu
damai itu indah
@ She Zhie, @Ukhty Nur Maya
BalasHapusKalian memang super girls, aku terharu biru...hiks, makasih udah setia berkomentar. :'(
wah wah
BalasHapussaya harus baca 3x baru faham inti cerita ini mas :)
@ Ilham, sengaja juga bikin TS singkat, mas. Biar cepet kalau mau baca berkali2. :D
BalasHapusHaha..
BalasHapusCeritanya mengingatkan saya dulu:
'Mari berdoa sesuai keyakinan masing2.'
Namun dari beberapa grup yg dulu sering saya kunjungi, ada juga yg lagi ribut masalah agama. Menjunjung agama sendiri dan merendahkan agama lain ;) Hal yang sedemikian itu, moga aj gk sampai ke user MWB.
Walaupun berbeda keyakinan, tapi semua bersaudara.
BalasHapusWalana a'maluna walakum a'malukum.
@Loser,
BalasHapusAamiin, semoga aja, mas. MWB bebas dari orang2 suka debat :D