
Jadi pejabat publik zaman medsos ini memang serba mekewuhi, dikit-dikit dibully, dan dibully dikit-dikit. Tapi ya jangan nantang, pastinya juga jangan mutung.
Bullying adalah sentimen publik, kontrol sosial, ruang instropeksi bagi diri pribadi, tolok ukur popularitas kebijakan publik. Yah, setidaknya membantu kita membaca arah angin untuk menentukan kemana kemudi kapal akan kita arahkan. Diriwayatkan, dulu malaikat pun pernah membully Tuhan habis-habisan, ketika penciptaan manusia.
“Kenapa Engkau ciptakan makhluk yang akan membuat kerusakan? Pasti akan terjadi pertumpahan darah. Makhluk itu hanya jago keluh kesah dan tidak bersyukur.” Demikian kira-kira postingan para malaikat. Iblis lebih liar lagi postingannya.
“Ah, cuma dari tanah liat, masak aku yang dicipta dari api suruh hormat, gak sudi. Sampai kiamat tidak sudi sujud pada trembelane manusia.” Begitu kata iblis di akun facebook dan instagramnya. Waktu itu blogspot masih dalam bentuk sperma.
Dibully dengan gencar begitu, Tuhan cuma mrenges, “Aku rapopo ...,” kata Tuhan sambil menata interior jagad raya.
Waahaha keren ya ternyata bully membully sudah ada sejak dulu kala pelakunya ga tanggung-tanggung, Malaikat dan iblis berani membully Tuhan :)
BalasHapusSemakin tinggi tingkat kesuksesan dan populer seseorang semakin besar pula kemungkinan terjadinya pem-bully-an :?:
Hmm aku pernah tuch dibully, yowis kubully lagi, kan jadi impas :roll: :lol:
Nah lo yang suka ngebully jangan2 teman ....
BalasHapusWes nggak usah dipikirin
Aku ora popo toh
Ngebully tak ada untungnya
@She Zhie,
BalasHapusCie, dibully. cie orang sukses...
@Ukhty Nur Maya,
BalasHapusBetul tante, balas aja bullyan dgn haha hehe... :D
:D
BalasHapusmwb masih belum ada ya mas :D
@Ilham,
BalasHapusMasih dalam perencanaan/program kehamilan, mas :'D
Selama kita bisa bersosialisi dgn baik,insyallah ngga ada yg bully kita. hanya tuhan yg pantas sebut kita pendosa. uyehhh
BalasHapus@Ryan Maharudin,
BalasHapusUyeehh sekali juragan. Cocoookkk... :)